Jilbab Itu Kristiani

Apa bedanya ?
Saya sedih melihat kondisi sebagian orang Kristen yang masih mencela agama orang lain dan apa-apa yang melekat pada agama tersebut. Di antara hal tersebut adalah sebagian orang yang mencela soal jilbab.

Mengapa jilbab dicela dan dibenci? Apakah karena jilbab itu budaya yang buruk? Saya yakin bukan. Tetapi karena jilbab itu dianggap sebagai pakaian suatu agama tertentu. Karena orang tersebut benci kepada agama tertentu itu, lalu ia pun membenci gaya pakaiannya.

Padahal sesungguhnya jilbab itu baik. Jika ia buruk, tentu Gereja akan melarang pakaian serupa itu dikenakan di Gereja. Tetapi justeru Gereja berkenan atas pakaian seperti itu dikenakan oleh wanita di Gereja.

Bahkan seharusnya, semua wanita yang ingin melakukan kebaktian, haruslah dia mengenakan penutup kepala, kecuali jika ia mau membotaki kepalanya. Begitulah apa yang diajarkan Paulus kepada para jemaat wanita.

Apa manfaat dari mengenakan pakaian semacam itu? Pakaian seperti itu akan menambah kekusukan dalam berdoa. Para pria yang datang ke Gereja pun akan terselamatkan matanya dari berzinah. Kekudusan Gereja akan benar-benar terjaga. Kerukunan antar umat beragama pun akan terjaga. Masih banyak lagi manfaatnya yang lain.

Pakaian seperti itu adalah ajaran Yesus yang sejati. Itu bukan hanya milik agama tertentu. Cobalah Anda lihat para bikuni. Mereka memang tidak memakai penutup kepala, tetapi mereka mencukur rambut mereka seperti yang diajarkan Paulus. Kebaikan seperti ini adalah kebaikan universal. Siapa pun boleh menerapkannya. Siapa yang mencelanya, berarti ia telah mencela kebaikan yang diakui oleh kebanyakan manusia. Jilbab atau tudung bagi wanita bukan hanya milik Islam, bukan hanya milik Kristen, tetapi milik dunia. 
 
Salah satu yang berkomentar :
1.Korintus 11:5-6, 10,13 (5)Tetapi setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepala, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya .(6) Sebab jika jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.(10) sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa dikepalanya oleh karena para malaikat.(13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala tidak bertudung?
Catatan: Alkitab mengajarkan, wanita harus berjilbab, artinya harus menutupi kepalanya. Bahkan sangsinya jika tidak menutupi kepalanya, rambutnya harus digunting alias dibotakin.
(http://artikelkristiani.wordpress.com/2010/03/11/jilbab-itu-kristiani/)
 
Copyright © 2011. Para Mualaf . All Rights Reserved
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates